Minggu, 02 Oktober 2011

Routing

ROUTING


1.1 Routing
Internetwork menggunakan proses routing unguk mengirimkan dari suatu network ke network yang lain. Untuk menjaga data di dalam jalan yang terbaik ke suatu tujuan, beberapa urutan di dalam network sangatlah dibutuhkan.

Route network dalan proses pengiriman data diatasi oleh protocol routing. LAN (Local Area Network) mempunyai suatu batas performance yang bergantung pada ukuran atau kompleksitas dari LAN tersebut.



Ukuran batasan itu antara lain adalah ukuran segmen fisik network, banyaknya host yang ada di setiap segmen, besarnya jumlah dari trafik data, keberagaman topologi network, proses pengambilan keputusan: lewat gateway yang mana paket harus dilakukan dan Routing dilakukan untuk setiap paket saja.

Ukuran batasan itu antara lain :
·         Ukuran segmen fisik network.
·         Banyaknya host yang ada di setiap segmen.
·         Besarnya jumlah dari trafik data.
·         Keberagaman topologi network.
·         Proses pengambilan keputusan : lewat gateway yang mana paket dilakukan untuk setiap paket.

1.2 Algoritma Routing

Di dalam penentuan jalur untuk routing diperlukan suatu variable yang dinamakan metric misalnya jumlah traffic. Metric digunakan untuk menentukan jalur yang paling baik untuk ditempuh dalam mengirimklan suatu paket data.

Protocol routing membentuk suatu tabel routing yang digunakan untuk menyeleksi jalur yang akan digunakan. Didalam untuk table routing terdapat suatu alamat tujuan paket data dan hop yaitu suatu router yang akan dituju setelah router tersebut.
Hop : banyak router  yang dilewati oleh suatu paket.

1.3 Tipe Algoritma Routing

Secara umum algoritma routing terdiri dari beberapa tuntutan proses yang harus dikerjakan.

1.3.1 Protokol Static dan Dinamic

Algoritma routing static merupakan algoritma yang diatur oleh administrator jaringan tersebut untuk mengijinkan me-routing paket ki jaringan melalui router tertentu. Algoritma iini tidak bisa memilih jalan yang optimal. Routing ststic biasanya digunakan untuk jaringan yang kemungkinan kecil mengalami perubahan dalam topologinya.

Protocol routing yang seperti ( RIP,IGRP,EIGRP, dan OSPF) merupakan algoritma routing yang dynamic. Dalam protocol tersebut, secara periodic meng-update dan menganalisa dengan cara menerima paket dari router lain jika terjadi perubahan dalam topologi suatu jaringan.

Pada umumnya protocol routing mendistribusikan tebel routing-nya sendiri ke router yang lain. Untuk mensinkronkan table lrouting, maka beberapa routing diijinkan ke router-router yang lain untuk meng-uodate secara periodic tentang algoritma static dan dynamic dapat meningkatkan performance dari jaringan tersebut.

1.3.2 Protokol Interior dan Exterior Gateway

Di dalam jaringan yang besar seperti internet, jaringan yang kecil dibagi menjadi beberapa Autonomous System (AS). Setiap AS mengatur daerahnya senidri. Setiap jaringan tehubung  ke internet melalui AS nya sendiri.

Beberapa protocol routing yang digunakan untuk mengatur System yang terdapat pada AS dinamakan Interior Gateway Protocol. Protocol ini meneraokan bahwa router-router saling berhubungan dengan system meraka dan secara bebas saling menkarkan informasi routing dengan beberapa router yang satu AS.

Sedangkan untuk protocol yang routing yang digunakan untuk menghubungkan AS didalam jaringan yang besar dinamakan Exterior Gateway Protocol (EGP). Certain routing protocol s were also developed for connecting autonomous systems in a larger internetwork. Protocol ini mengenal AS yang lain sebagai tetangga dan hanya saling menukar informasi yang minimum yang dibutuhkan untuk kapasitas informasi jalur.

1.3.3 Protocol Distance Vector 

Protocol Distance Vector secara periodic mengirimkan dua informasi ke router tetangga:
·         Jarak hop berikutnya, metric hop berikutnya.
·         Tujuan hop berikutnya yang akan di tempuh.

1.3.4 Protocol Routing Link-State

Setiap router link-state menyediakan informasi tentang topologi jaringan dinamakan meliputi :
·         Penentuan router dalam topologi jaringan .
·         Status dari router jaringan tersebut.

1.4 Objek Pokok Dalam Routing

Pada dasarnya terdapat beberapa objek pokok dalam tabel routing, yaitu:
·      Akurasi, yaitu apa yang disebut dengan kapasitas algoritma routing dalam pemilihan jalur yang optimal berdasarkan metric.
·      Pengeluaran yang efisien, yaitu pengeluaran yang menunjukan penggunaan CPU dalam memperhitungan metric dalam penentuan jalur route.


0 komentar:

Posting Komentar